Tolong Bantu Jawab Pertanyaan Dari Sahabat Kita :)
Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah.
.
Aku tinggal di tengah-tengah masyarakat penganut bid'ah akut. Tidak ada kajian-kajian sunnah di sana. Mereka tidak mengenal sunnah itu. Sama sekali tidak.
Dan aku bersyukur kepada Allah yang telah menunjukkan jalan terang itu untuk kutiti, meski tertatih-tatih, tanpa kawan yang mengulurkan tangan ketika jatuh, atau menopang langkah ketika sudah tak kuat berjalan. Allah memperlihatkan cahaya sunnah-Nya kepadaku melalui sebuah fanspage di facebook. Aku sangat suka mem-follow fanspage-fanspage islami. Hitung-hitung untuk menambah wawasan keislaman yang masih terlalu dangkal. Di post pertama (terhitung sejak aku membubuhkan like di halaman itu sebagai tanda aku mengikuti) fanspage salafi yang akan menjadi pusat fokus aku mengenal manhaj salafush shalih, bahasannya tentang semua bid'ah adalah sesat. Tidak ada yang baik. Sangat kontradiktif dengan yang selama ini kupahami. Setahuku, bid'ah itu ada dua macam, hasanah dan sayyiah/dholalah. Aku dan admin sempat memperdebatkannya. Walaupun pada akhirnya si admin memilih untuk tidak meneruskan perdebatan. Dan aku menyimpulkan bahwa aku menang (percaya diri sekali). Tapi tidak dengan hatiku, ia terus digerayangi pertanyaan-pertanyaan seputar itu. Membuat jemari tergerak untuk mencari tahu itu semua, serta menelusuri post-post fanspage yang dimaksud. Alhamdulillah, aku percaya jika hidayah itu akan dimiliki ketika dijemput, tidak untuk dinanti.
Aku terus membaca, membaca, dan membaca artikel, website, grup dan fanspage facebook manhaj salaf terpercaya. Tanpa guru secara langsung. Menyadari ada banyak kekeliruan dengan apa yang pernah kupelajari selama bertahun-tahun membuatku nyaris depresi. Seakan semua ibadah yang kulakukan hanyalah kesia-siaan. Aku takut untuk shalat. Takut ibadahku tidak diterima. Sedangkan mencari tahu tentang tata cara serta bacaan shalat yang sesuai sunnah sangat susah. Tidak semua artikel serta website salafi dapat kujelajahi. Dan lagi, alangkah banyaknya keluargaku, orang-orang yang kusayangi berada dalam kubangan kebathilan. Bagaimana aku menyelamatkan mereka. Sementara aku mafhum betapa keras pendirian mereka untuk dipatahkan. Jangankan mematahkan, menggoyangnya sedikit saja aku pasti tak mampu. Apalah dayaku sebagai orang awam, yang tak memiliki ilmu mumpuni, hanya memiliki lidah yang kelu untuk merangkai kalimat persuasi. Menyedihkan sekali. Hanya bisa menangis dan memohon petunjuk dari-Nya.
Beberapa waktu kemudian, Allah mengirimkan seorang teman (beda daerah) untuk memberikan buku "Sifat Shalat Nabi" kepadaku secara gratis. Beberapa bulan setelahnya, ketika aku berkunjung ke kabupaten sebelah, teman baruku memberikan beberapa video tentang tata cara wudhu serta shalat sesuai dengan apa yang Nabi contohkan. Alhamdulillah, nikmat Allah yang tidak disangka-sangka. Tak ada yang lebih membahagiakan dari pada itu. Bahkan ketika diberi hadiah segudang emas sekali pun. Ada-ada saja jalan yang Allah bentangkan untuk hamba-Nya dalam menjemput hidayah. Aku menghijrahkan tata cara beribadahku secara bertahap. Aku mulai berislam dengan nol koma. Aku mengislamkan diriku sendiri di hadapan-Nya. Aku keluar serta berlepas diri dari pemahaman lamaku. Aku ingin selalu berada di lingkaran sunnah.
.
Ketika aku mulai memperkenalkan sunnah dengan keluarga terdekat, ajaran itu mereka tolak mentah-mentah. Ketika aku menyampaikan apa yang dicontohkan serta apa yang Nabi larang, mereka lebih memilih mengimani ajaran para guru penganut bid'ah tulen.
"Jalani saja apa yang sudah diajarkan oleh guru kita!" begitulah kira-kira kata mereka.
Bahkan ketika aku menyertakan dalil-dalil shahih, terkadang mereka tak segan-segan mengomentari itu bukanlah sebuah kebenaran. Setidaksempurna itukah Islam, sehingga mereka lebih mempercayai para pembuat ajaran baru itu ketimbang yang membawa risalah Islam itu sendiri? Taklid buta acapkali membutakan hati serta pikiran itu sendiri. Mengapa tidak terbuka dengan pemahaman orang lain? Setidaknya dijadikan perbandingan untuk menemukan kebenaran, bukan mencari pembenaran atas sesuatu yang kebenarannya berada di tingkat samar-samar.
.
Kesemua itu membuatku mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang mualaf yang keyakinan barunya dihinakan, karena aku pun baru menemukan Islam, dan aku mengalami keyakinanku dihinakan.
Bersyukurlah ketika kalian dilahirkan di tengah-tengah keluarga serta tinggal di lingkungan yang bermanhaj salaf. Bersyukurlah ketika kalian bisa menjangkau tempat-tempat kajian sunnah dengan mudah, serta memiliki guru semanhaj yang nyata untuk bertanya ini itu. Bersyukurlah ketika kalian dapat melihat cahaya itu dengan gampang. Bersyukurlah atas nikmat yang luar biasa itu. Karena orang-orang sepertiku begitu mendamba berada di posisi itu.
.
Semoga Allah selalu memberi hidayah untuk kita semua. Baarakallaahu fiikum.
